Elastisitas Permintaan
Pernahkah Sixtyfourians bertanya-tanya mengapa saat harga beras naik, orang tetap membelinya dalam jumlah yang sama? Tapi di sisi lain, saat harga kopi kekinian naik sedikit saja, pembelinya langsung sepi? Fenomena ini dalam ekonomi disebut dengan Elastisitas Permintaan.
1. Apa Itu Elastisitas Permintaan?
Secara sederhana, elastisitas permintaan adalah ukuran seberapa peka jumlah barang yang diminta konsumen ketika terjadi perubahan harga. Ini adalah cara kita melihat "reaksi" pasar.
2. Rumus Elastisitas
Dalam dunia akademis, elastisitas sering dikaitkan dengan konsep derivatif (turunan). Untuk menghitung koefisien elastisitas (E), kita bisa menggunakan rumus:
Ed = dQd/dP × P/Qd
Ed: Koefisien elastisitas permintaan.
dQd/dP: Turunan dari fungsi permintaan (Q terhadap P).
P: Harga awal.
Qd: Jumlah permintaan awal.
3. Jenis-Jenis Elastisitas
Setiap barang punya karakteristik yang berbeda di mata konsumen. Berikut adalah pembagiannya:
A. Inelastis Sempurna (E = 0)
Di sini, konsumen tidak peduli seberapa tinggi atau rendah harga berubah, jumlah yang dibeli tetap sama. Kurvanya berbentuk garis Vertikal.
Contoh: Obat-obatan penting (seperti insulin atau obat kanker).
B. Inelastis (E < 1)
Persentase perubahan harga lebih besar daripada respon permintaan. Artinya, meskipun harga naik banyak, permintaan hanya turun sedikit. Kurvanya cenderung Curam.
Contoh: Kebutuhan pokok seperti beras atau BBM.
C. Elastis Uniter (E = 1)
Perubahan harga dan perubahan permintaan berada pada proporsi yang sama. Jika harga turun 10%, permintaan naik tepat 10%.
Contoh: Barang-barang elektronik atau kebutuhan sekunder lainnya.
D. Elastis (E > 1)
Konsumen sangat sensitif! Sedikit saja harga naik, konsumen langsung lari ke produk lain. Kurvanya cenderung Landai.
Contoh: Barang mewah atau produk yang memiliki banyak substitusi (makanan cepat saji).
E. Elastis Sempurna (E = ∞)
Pada satu tingkat harga tertentu, jumlah permintaan tidak terbatas. Namun, jika harga naik sedikit saja, permintaan langsung menjadi nol. Kurvanya berbentuk garis Horisontal.
Contoh: Barang-barang di pasar persaingan sempurna seperti bumbu dapur.
Memahami elastisitas bukan hanya untuk ujian ekonomi, tapi juga krusial bagi pebisnis. Dengan tahu apakah produk kita "Elastis" atau "Inelastis", kita bisa menentukan strategi harga yang paling tepat untuk meraup keuntungan maksimal.
Contoh
Diketahui fungsi permintaan suatu produk kopi adalah Qd = 50 – 2P. Tentukan koefisien elastisitas permintaannya pada saat tingkat harga P = 10.
Untuk P = 10, jumlah permintaannya adalah Qd = 50 – 2·10 = 30.
dQd/dP = –2
Ed = dQd/dP × P/Qd = –2 × 10/30 = –2/3 ≈ –0,67.
Catatan Penting: Dalam elastisitas permintaan, tanda negatif (–) biasanya diabaikan (di-absolut-kan) karena hanya menunjukkan arah hubungan yang berlawanan antara harga dan jumlah barang. Jadi, nilai elastisitasnya adalah 0,67.
Produk kopi ini permintaannya inelastis pada tingkat harga P = 10 dengan Ed = 0,67.
Komentar
Posting Komentar