Postingan

Teorema Inversi Fundamental dan Fungsi Implisit

Gambar
1. Bentuk Aturan Rata-Rata untuk Fungsi Vektor Dalam bagian ini kita memperoleh sebuah perampatan dari aturan rata-rata, dan sebuah penerapannya dalam bentuk suatu ketaksamaan; keduanya berlaku untuk fungsi-fungsi yang terdiferensialkan dari ℝⁿ ke ℝᵐ. Kita memerlukan gagasan tentang segmen garis di ℝⁿ yang ditentukan oleh dua titik, u dan v . Segmen ini terdiri dari semua titik dalam bentuk x = u + t( v – u ) di mana 0 ≤ t ≤ 1. Segmen garis di atas adalah tertutup karena memuat kedua titik ujungnya. Kita kadang-kadang menyatakannya dengan [ u , v ]. Segmen terbuka yang bersesuaian, yang kita nyatakan dengan ( u , v ), diperoleh dengan membatasi t pada interval terbuka 0 < t < 1. Situasinya digambarkan dalam sebagai berikut: Vektor v – u membentang dari u ke v , sehingga jika 0 < t < 1, u ditambah t kali ( v – u ) berakhir di beberapa titik pada segmen dari u ke v . Seiring meningkatnya t dari 0 ke 1, x bergerak dari u ke v . A . Perampatan Aturan Rata-Rata Misal...

Turunan Berarah dan Diferensiabilitas

Gambar
1. Diferensial dan Derivatif Fungsi ℝⁿ ke ℝᵐ A . Pergeseran Sudut Pandang (Diferensial Dahulu, Baru Derivatif) Pada kalkulus elementer (f: ℝ → ℝ), kita biasanya mempelajari derivatif (turunan) terlebih dahulu, baru kemudian diferensial. Namun, untuk fungsi f: ℝⁿ → ℝᵐ dengan n > 1, pendekatan yang paling alami adalah mendefinisikan diferensial terlebih dahulu, baru kemudian memahami derivatif. Pada tingkat yang lebih tinggi ini, derivatif tidak lagi dipandang sebagai sekadar bilangan real atau vektor, melainkan sebagai sebuah fungsi yang memetakan suatu titik ke sebuah transformasi linear. Dengan kata lain, f'(x) merupakan anggota dari ℒ(ℝⁿ, ℝᵐ). B . Diferensial untuk Fungsi Bernilai Real (f: ℝⁿ → ℝ) Sebagai batu loncatan (ketika m = 1), diferensial dari fungsi f di titik x = (x₁, ..., xₙ) dengan perubahan vektor h = (h₁, ..., hₙ) = (dx₁, ..., dxₙ) dinyatakan sebagai fungsi linear dari h : Fungsi f dikatakan terdiferensialkan (differentiable) di x jika terdapat bilangan A...

Gradien, Divergensi, dan Curl

Gambar
1. Gradien Medan Skalar A . Definisi Dasar Medan skalar adalah sebuah fungsi titik f yang memberikan nilai skalar f(P) pada setiap titik P di suatu wilayah R. Gradien dari fungsi skalar ini adalah sebuah fungsi vektor. Dalam sistem koordinat persegi xyz, gradien dari fungsi f(x, y, z) didefinisikan sebagai: ∇f = (∂f/∂x) i + (∂f/∂y) j + (∂F/∂z) k   Simbol ∇ (nabla) atau grad digunakan untuk menyatakan operasi ini. Gradien bersifat invarian, artinya hasil vektornya akan tetap sama meskipun kita memutar atau menggeser sistem koordinat yang digunakan. B . Laju Perubahan Maksimum • Laju perubahan u = f(P) pada titik tertentu dalam arah tertentu sama dengan komponen gradien pada arah tersebut. • Jika ∇u ≠ 0, maka arah gradien adalah arah di mana laju peningkatan u paling besar. C . Hubungan dengan Permukaan Level Pada setiap titik di mana gradien tidak bernilai nol, vektor gradien akan tegak lurus (normal) terhadap permukaan level (u = u₀) yang melalui titik tersebut. 2. Divergens...

Medan Vektor (Vector Fields)

Gambar
1. Definisi Dasar A . Definisi Dasar Medan vektor (atau disebut juga Fungsi Titik Vektor) adalah sebuah fungsi F yang memetakan setiap titik p di dalam ruang ke satu vektor spesifik F ( p ). • Dalam ruang 2D: F (x, y) = M(x, y) i + N(x, y) j • Dalam ruang 3D: F (x, y, z) = M(x, y, z) i + N(x, y, z) j + P(x, y, z) k B . Perbedaan dengan Medan Skalar • Medan Skalar: Memberikan nilai angka (skalar) pada setiap titik (contoh: suhu di setiap titik dalam ruangan). • Medan Vektor: Memberikan nilai arah dan besar (vektor) pada setiap titik (contoh: kecepatan aliran air di sungai atau medan gravitasi). C . Sifat Invarian Medan vektor bersifat independen terhadap sistem koordinat. Artinya, arah dan besar panah di suatu titik tetap sama meski kita memutar sumbu x-y-z. Namun, komponen-komponen penyusunnya (F₁, F₂, F₃) akan berubah nilainya sesuai orientasi sumbu baru. • Independensi Koordinat: Nilai fungsi F hanya bergantung pada titik p itu sendiri, bukan pada sistem koordinat yang kita pi...

Pengenalan Dasar Vektor (Kalvek)

Gambar
1. Vektor di Ruang Euklidan A . Ruang Euklidan (ℝⁿ) • ℝ¹ (Satu Dimensi): Garis bilangan riil di mana setiap titik adalah angka riil. Titik asal (origin) adalah 0. • ℝ² (Dua Dimensi): Bidang geometri analitik dengan koordinat (x, y). Titik asal adalah (0, 0). • ℝ³ (Tiga Dimensi): Ruang tiga dimensi dengan koordinat (x, y, z). Titik asal adalah (0, 0, 0). B . Notasi dan Definisi Vektor • Elemen ℝ³: Dinyatakan sebagai A = (A₁, A₂, A₃). Angka-angka ini disebut sebagai komponen dari vektor A . • Representasi Visual: Vektor sering digambarkan sebagai panah dari titik asal (0, 0, 0) ke titik (A₁, A₂, A₃). • Vektor Nol ( 0 ): Vektor yang semua komponennya adalah nol, yaitu (0, 0, 0). C . Operasi Aljabar Vektor Diberikan vektor A = (A₁, A₂, A₃) dan B = (B₁, B₂, B₃) serta skalar c : Operasi Rumus Penjumlahan A + B = (A₁ + B₁, A₂ + B₂, A₃ + B₃) Pengurangan A – B = (A₁ – B₁, A₂ – B₂, A₃ – B₃) Perkalian Skalar ...