Fungsi Pendapatan / Revenue Function
Dalam menjalankan bisnis, target utama kita tentu saja adalah pendapatan. Tapi, tahukah kamu bahwa sekadar menjual banyak barang tidak selalu berarti keuntungan kita akan terus naik? Untuk menentukan strategi penjualan yang efisien, kita perlu memahami hubungan antara jumlah barang yang terjual dengan uang yang masuk ke kas perusahaan. Yuk, kita bedah tiga konsep pentingnya!
1. Pendapatan Total (Total Revenue - TR)
Ini adalah "angka kotor" atau total uang yang diterima dari hasil penjualan. Cara menghitungnya sangat sederhana, yaitu mengalikan harga jual per unit dengan jumlah barang yang terjual.
Rumus Cuan:
TR = P × Q
(P = Harga, Q = Jumlah terjual)
2. Pendapatan Rata-Rata (Average Revenue - AR)
AR adalah pendapatan yang diperoleh dari setiap satu unit barang yang laku. Secara matematis, AR adalah total pendapatan (TR) dibagi jumlah barang (Q). Menariknya, dalam banyak kasus, nilai AR ini akan sama dengan harga jual (P) barang tersebut.
3. Pendapatan Marginal (Marginal Revenue - MR)
Marginal Revenue adalah tambahan pendapatan yang didapatkan saat kamu berhasil menjual satu unit tambahan barang.
Kenapa MR penting? Karena MR membantu pengambilan keputusan produksi. Secara matematis (kalkulus), MR adalah turunan pertama dari fungsi pendapatan total:
MR(q) = d/dq TR(q) = TR'(q)
4. Kurva Pendapatan
Jika kita melihat grafik hubungan antara TR, AR, dan MR, ada beberapa fakta unik yang akan ditemukan:
• Titik Puncak: Pendapatan total (TR) tidak akan naik selamanya. Ia akan mencapai titik maksimum, lalu mulai turun.
• Kapan TR Maksimum? TR mencapai titik tertingginya tepat saat Marginal Revenue (MR) bernilai nol. Artinya, menjual satu unit tambahan lagi di titik ini tidak akan menambah uang sepeser pun ke kantong.
• Hukum Pasar: Dalam pasar persaingan tidak sempurna, kurva MR akan turun lebih tajam daripada AR. Kenapa? Karena untuk menjual lebih banyak barang, biasanya diharuskan menurunkan harga.
5. Keputusan Bisnis: Tambah Produksi atau Berhenti?
Kita bisa menggunakan perbandingan antara Pendapatan Marginal (MR) dan Biaya Marginal (MC) untuk mengambil keputusan:
• Jika MR > MC: Gaspol! Menambah produksi masih memberikan keuntungan tambahan bagi perusahaan.
• Jika MR < MC: Hati-hati! Menambah produksi justru akan mengurangi total laba karena biaya tambahannya lebih besar dari pendapatan tambahannya.
Memahami fungsi pendapatan bukan hanya soal menghitung uang masuk, tapi soal menentukan titik manis (sweet spot) di mana penjualan memberikan keuntungan yang paling optimal.
Contoh
Sebuah perusahaan elektronik "Tech-Saffy" memiliki fungsi permintaan untuk produk smartphone terbaru mereka yang dinyatakan dengan persamaan harga (P):
P = 200 – 2Q
a. Tentukan fungsi Pendapatan Total (TR).
TR = P × Q = 200 – 2Q × Q = 200Q – 2Q²
b. Tentukan fungsi Pendapatan Marginal (MR) menggunakan konsep turunan.
MR(Q) = TR'(Q) = 200 – 4Q
c. Berapakah Pendapatan Marginal (MR) jika perusahaan berhasil menjual 20 unit?
MR(20) = 200 – 4 × 20 = 120
d. Pada tingkat penjualan berapakah Pendapatan Total (TR) mencapai titik maksimum?
TR mencapai maksimum ketika MR = 0
200 – 4Q = 0
Q = 50
Jadi, Pendapatan Total (TR) mencapai titik maksimum pada tingkat penjualan 50 unit.
Komentar
Posting Komentar