Fungsi Tabungan / Saving Function
Halo Sixtyfourians! Adakah yang pernah bertanya-tanya, ke mana perginya uang pendapatan kita jika tidak habis dibelanjakan? Dalam dunia ekonomi, sisa uang tersebut bukan sekadar "uang sisa", melainkan komponen penting yang disebut dengan Tabungan (Saving).
Kali ini, kita akan bedah materi tabungan, mulai dari definisi dasar hingga cara menghitung keseimbangan pendapatan. Yok, simak artikelnya!
1. Apa Itu Tabungan (Saving)?
Secara sederhana, Tabungan (Saving) adalah bagian dari pendapatan yang tidak digunakan untuk konsumsi pada periode tertentu. Dalam teori ekonomi, tabungan mencerminkan keputusan seseorang untuk menunda kesenangan hari ini (konsumsi) demi tujuan yang lebih besar di masa depan.
Rumus Dasar Tabungan
Secara matematis, hubungan antara pendapatan, konsumsi, dan tabungan sangatlah sederhana:
S = Y – C
S = Tabungan (Saving)
Y = Pendapatan (Income)
C = Konsumsi (Consumption)
Artinya: Semakin besar pendapatan dan semakin kecil proporsi konsumsi, maka semakin besar pula tabungan yang bisa dikumpulkan.
2. Mengenal Fungsi Tabungan
Tabungan tidak berdiri sendiri; ia sangat dipengaruhi oleh fungsi konsumsi. Jika fungsi konsumsi dinyatakan dengan C = a + bY, maka fungsi tabungan dapat diturunkan menjadi:
S = –a + (1 – b)Y
Keterangan Variabel:
-a: Tabungan negatif (dissaving) yang terjadi saat pendapatan sama dengan nol.
(1 – b): Disebut juga sebagai MPS (Marginal Propensity to Save), yaitu kecenderungan menabung marginal.
Y: Pendapatan disposibel.
💡 Catatan Penting: Jumlah antara MPS (kecenderungan menabung) dan MPC (kecenderungan konsumsi) harus selalu berjumlah 1 (MPS + MPC = 1).
3. Implementasi dalam Kehidupan Nyata
Memahami teori ini membantu kita dalam pengambilan keputusan finansial yang lebih cerdas, seperti:
• Perencanaan Keuangan: Mengatur anuitas untuk cicilan KPR atau dana pensiun.
• Investasi: Menghitung pertumbuhan nilai aset di deposito, obligasi, atau reksa dana.
• Pinjaman & Kredit: Memahami perhitungan bunga tunggal dan majemuk sebelum mengambil kredit motor atau rumah.
Tabungan bukan hanya soal menyimpan uang, tapi soal mengatur keseimbangan antara kebutuhan masa kini dan keamanan masa depan. Dengan memahami fungsinya, kita bisa lebih rasional dalam mengelola setiap rupiah yang kita hasilkan.
Contoh
Sebuah perekonomian memiliki fungsi konsumsi yang dinyatakan dengan persamaan:
C = 20 + 0,8Y
dalam triliun rupiah
a. Tentukan persamaan fungsi tabungannya!
S = Y – C = Y – (20 + 0,8Y) = –20 + 0,2Y
b. Jika pendapatan disposibel (Y) adalah sebesar Rp150 Triliun, berapa besar tabungan yang terkumpul?
Untuk Y = 150 diperoleh S = –20 + (0,2)·150 = 10.
Tabungan yang terkumpul adalah Rp 10 Triliun.
c. Berapa tingkat pendapatan nasional pada saat terjadi Break Even Income (pendapatan setara dengan konsumsi, atau S = 0)?
Keseimbangan terjadi saat pendapatan habis hanya untuk konsumsi tanpa ada tabungan
–20 + 0,2Y = 0
Y = 100
Tingkat pendapatan nasional pada saat terjadi Break Even Income adalah Rp 100 Triliun.
d. Interpretasi Singkat
Jika pendapatan di bawah Rp100 Triliun, maka orang tersebut akan "nombok" (mengambil tabungan lama).
Jika pendapatan tepat Rp100 Triliun, maka semua uang habis untuk belanja (Tabungan = 0).
Jika pendapatan di atas Rp100 Triliun, maka orang tersebut sudah mulai bisa menabung.
Komentar
Posting Komentar