Pengaruh Pajak terhadap Keseimbangan Pasar
Pernahkah Sixtyfourians bertanya-tanya mengapa harga barang di pasar tiba-tiba naik setelah pemerintah menetapkan kebijakan baru? Dalam matematika ekonomi, salah satu penyebab utamanya adalah Pajak. Pajak yang dikenakan pada penjualan suatu barang akan menyebabkan produsen menaikkan harga jualnya. Mari kita bedah bagaimana pajak mengubah titik keseimbangan pasar.
1. Konsep Dasar Pajak
Pajak merupakan sumber pendapatan pemerintah, namun bagi produsen, pajak dianggap sebagai tambahan biaya produksi. Akibatnya, pajak akan memengaruhi fungsi penawaran, sedangkan fungsi permintaan tetap (asumsi tidak ada perubahan perilaku konsumen). Dampak secara umum:
• Harga keseimbangan akan naik.
• Jumlah barang yang diperjualbelikan akan turun.
• Kurva penawaran bergeser ke arah kiri atas.
2. Pajak Per Unit (Pajak Spesifik)
Pajak per unit adalah pajak yang dikenakan dalam jumlah tetap (nominal uang) untuk setiap unit barang yang dijual (simbol: t).
Rumus Perubahan Fungsi:
Jika fungsi penawaran awal adalah P = f(Q), maka setelah pajak menjadi:
Pₛ' = f(Q) + t
Jika menggunakan fungsi Q = f(P), maka:
Qₛ' = a + b(P – t)
Catatan: Pajak per unit menggeser kurva penawaran secara sejajar (paralel) ke atas sebesar t.
3. Pajak Proporsional (Persentase)
Berbeda dengan pajak per unit, pajak proporsional ditetapkan berdasarkan persentase tertentu (t%) dari harga jual.
Rumus Perubahan Fungsi:
Jika pajak dikenakan terhadap harga baru, maka fungsi penawarannya menjadi:
Q* = a + (1 – t)bP**
Pada pajak ini, kurva penawaran tidak bergeser secara sejajar, melainkan mengalami perubahan kemiringan (slope) karena beban pajaknya berubah seiring perubahan harga.
4. Beban Pajak
Pemerintah menerima pajak, tetapi siapa yang sebenarnya membayar? Faktanya, beban pajak dibagi antara konsumen dan produsen.
|
Komponen |
Rumus |
|
Beban
Konsumen (tk) |
Pₜ – P |
|
Beban
Produsen (tp) |
t – tk |
|
Total
Pajak Pemerintah (T) |
t × Qₜ |
Keterangan:
P: Harga keseimbangan sebelum pajak.
Pₜ: Harga keseimbangan setelah pajak.
Qₜ: Jumlah keseimbangan setelah pajak.
5. Pengaruh Grafik
Berdasarkan teori di atas, kita bisa melihat perbedaan pergeseran kurva pada gambar berikut:
Pajak Per Unit: Kurva penawaran Sₜ berada tepat di atas kurva S dengan jarak vertikal yang sama di setiap titik.
Pajak Proporsional: Semakin tinggi harga, jarak antara kurva lama dan baru akan semakin lebar.
Contoh Soal
1. Diketahui fungsi permintaan Pd = 20 – Q dan fungsi penawaran Ps = 5 + 2Q. Jika pemerintah mengenakan pajak spesifik sebesar t = 3 per unit, berapakah harga dan jumlah keseimbangan pasar yang baru setelah pajak? Berapa beban konsumen, produsen, dan penerimaan pemerintah dari pajak?
a. Keseimbangan baru setelah pajak
Pd = 20 – Q, Ps = 5 + 2Q, t = 3
Ps' = Ps + t = 5 + 2Q + 3 = 8 + 2Q
Pd = Ps'
20 – Q = 8 + 2Q
3Q = 12
Q = 12/3 = 4
Ps' = 8 + 2·4 = 16
Harga keseimbangan baru setelah pajak adalah 16 dan jumlah keseimbangannya adalah 4.
b. Beban konsumen dan produsen
Pd = Ps
20 – Q = 5 + 2Q
3Q = 15
Q = 12/3 = 5
Ps = 5 + 2·5 = 15
Harga keseimbangan sebelum pajak adalah 15.
Beban konsumen adalah harga keseimbangan setelah pajak dikurangi harga keseimbangan sebelum pajak, yaitu 16 – 15 = 1.
Beban produsen adalah pajak dikurangi beban konsumen, yaitu 3 – 1 = 2.
Beban konsumen adalah 1 dan beban produsen adalah 2.
c. Penerimaan pemerintah dari pajak
Penerimaan pemerintah dari pajak adalah pajak dikalikan dengan jumlah keseimbangan baru, yaitu 3 × 4 = 12.
2. Fungsi permintaan adalah P = 50 – 2Q dan fungsi penawaran adalah P = 10 + 2Q. Jika pemerintah menetapkan pajak proporsional sebesar 25% dari harga jual, tentukan titik keseimbangan yang baru, beban konsumen dan produsen, penerimaan pemerintah dari pajak.
a. Keseimbangan baru
Pajak 25% artinya produsen hanya menerima 75% (atau 0,75) dari harga yang dibayar konsumen (P).
Ps setelah pajak:
0,75P = 10 + 2Q
Ps' = (10 + 2Q) / 0,75 = 40/3 + (8/3)Q
50 – 2Q = 40/3 + (8/3)Q
(14/3)Q = 110/3
Q = 110/3 × 3/14 = 55/7 ≈ 7,857143
P = 50 – 2Q = 50 – 2 × 55/7 = 240/7 ≈ 34,285714
Harga keseimbangan baru adalah 34,29 dan jumlah keseimbangannya adalah 7,86.
b. Beban konsumen dan produsen
50 – 2Q = 10 + 2Q
4Q = 40
Q = 40/4 = 10
P = 50 – 2 × 10 = 30
Harga keseimbangan sebelum pajak adalah 30.
Beban konsumen = 240/7 – 30 = 30/7 ≈ 4,2857
t = 25% × 240/7 = 60/7 ≈ 8,5714
Beban produsen = 8,5714 – 4,2857 = 4,2857
Beban konsumen adalah 4,29 dan beban produsen adalah 4,29.
c. Penerimaan pemerintah dari pajak
55/7 × 60/7 = 3300/49 ≈ 67,346939.
Penerimaan pemerintah dari pajak adalah 67,35.
Komentar
Posting Komentar