Distribusi Normal

Distribusi normal (distribusi Gauss) merupakan distribusi kontinu yang paling banyak digunakan dalam analisis statistik. Grafik distribusi normal disebut kurva Normal berbentuk seperti lonceng. Kurva normal berbentuk seperti lonceng, simetris terhadap nilai rata-rata (饾渿). Kurva normal sangat baik untuk menggambarkan sekelompok data yang muncul dalam kehidupan. Sebagian besar nilai berada di sekitar rerata, dan semakin jauh dari rerata semakin kecil frekuensinya.

1. Sifat-Sifat Kurva Normal
A. Asimtotik terhadap sumbu mendatar (Sumbu X)
B. Simteris terhadap garis 饾懃 = 饾渿
C. Memiliki titik maksimum di
D. Memiliki dua titik belok yang berjarak 饾湈 dari sumbu simetri
E. Luas daerah diatas sumbu X dan dibawah kurva setara dengan satu satuan luas. Karena kurva Normal simetris,berbentuk lonceng dan unimodal maka daerah di di kanan dan di kiri garis tegak lurus diatas mean masing-masing besarnya 0,5
F. Merupakan kurva unimodal, karena mean = median = mode

2. Fungsi Normal
Variabel random X berdistribusi normal (distribusi Gauss) dengan parameter 饾浖 dan 饾浗 jika fungsi densitasnya sebagai berikut:
untuk −∞ < 饾懃 < ∞, dengan 饾浖 dan 饾浗 bilangan real.
Distribusi normal sering dinyatakan dengan 饾憗(饾浖, 饾浗²) atau 饾憢~饾憗(饾浖, 饾浗²).
Lebih khusus lagi parameter 饾浖 diganti dengan 饾渿 dan 饾浗 diganti dengan 饾湈, bentuk fungsinya menjadi:
dengan 饾渿 merupakan rerata dan 饾湈 merupakan deviasi baku.

3. Distribusi Normal Baku
Jika distribusi normal memiliki parameter 饾浖 = 0 dan 饾浗 = 1, maka variabel random X berdistribusi normal baku (standar), yaitu 饾憗(0, 1) yang sering disebut distribusi Z, dengan fungsi densitas:

4. Integral Utuh
Luas daerah di bawah kurva normal (baik normal biasa maupun normal baku) dan di atas sumbu mendatar (absis) adalah 1 satuan. 

Jika variabel random kontinu X berdistribusi normal, yaitu 饾憢~饾憗(饾浖, 饾浗²), maka 饾渿 = 饾浖 dan 饾湈² = 饾浗².
Jika variabel random kontinu X berdistribusi normal, yaitu 饾憢~饾憗(饾渿, 饾湈²), maka variabel random 
berdistribusi normal baku. Hal ini menunjukkan bahwa transformasi dari distribusi normal 饾憗(饾浖, 饾浗²) menjadi distribusi normal baku N(0, 1) dapat dilakukan dengan mentransformasi menggunakan rumus transformasi Z ini.

5. Peluang dari Interval
Pada distribusi normal biasa, peluang bahwa X terletak diantara a dan b yang ditulis 饾憙(饾憥 < 饾憢 < 饾憦) dihitung dengan rumus:
yang merupakan luas daerah di bawah kurva normal biasa, di atas sumbu X dan dibatasi oleh garis x = a dan garis x = b.
Hanya saja pengunaan rumus di atas tidak semudah yang diharapakan, sehingga untuk mempermudah perhitungan dapat digunakan tabel Z yang menyatakan luas daerah di bawah kurba normal baku, di atas sumbu Z, dan dibatasi oleh Z = 0, dan Z = z, dengan terlebih dahulu mentransformasi variabel X ke variabel Z. Akibatnya peluang X diantara a dan b dicari dengan :
Berikut tabel Z (Full):
dan berikut versi half nya:
versi full berisi positif dan negatif, sedangkan versi half hanya berisi positif.
Peluang yang tertulis di tabel full adalah peluang bahwa bilangan baku kurang dari Z.
Adapun untuk tabel half, peluang sebenarnya adalah:
0,5 + peluang tertulis, untuk positif
0,5 − peluang tertulis, untuk negatif
contoh soal:
Suatu ujian dengan 20000 peserta, nilai reratanya 51,24 dan deviasi baku 16.
1. Jika data terdistribusi normal, berapakah peserta dengan nilai 45 kebawah?
Untuk nilai 45, bilangan bakunya adalah:
Pada tabel full, peluangnya adalah 0,3483. Sehingga banyak peserta dengan nilai 45 kebawah adalah 0,3483 × 20000 = 6966. Jadi, ada 6966 peserta dengan nilai 45 kebawah.
2. Jika nilai minimal untuk lulus adalah 65, maka berapa persen yang lulus?
Untuk nilai 65, bilangan bakunya adalah:
Pada tabel full, peluangnya adalah 0,8051. Peluang mendapatkan nilai 65 keatas adalah 1 − 0,8051 = 0,1949. Jadi, peserta yang lulus adalah 19,49%.
3. Jika terdapat 7,93% peserta yang memperoleh nilai dengan predikat memuaskan, maka berapa nilai minimal (terendah) untuk memperoleh nilai predikat memuaskan?
Jika terdapat 7,93% dengan predikat memuaskan, peluang tidak mendapatkan predikat memuaskan adalah 100% − 7,93% = 92,07% = 0,9207.
Pada tabel full, peluang 0,9207 dengan bilangan baku 1,41. Nilai minimal untuk memperoleh predikat memuaskan adalah:
饾憢 = 饾渿 + 饾憤饾湈 = 51,24 + 1,41 × 16 = 73,8
Jadi, nilai minimal untuk memperoleh predikat memuaskan adalah 73,8.
4. Berapa banyak peserta dengan nilai diantara 41 dan 57?
Untuk nilai 41 bilangan bakunya adalah:
Pada tabel full, peluang mendapatkan nilai kurang dari 41 adalah 0,2611
Untuk nilai 57 bilangan bakunya adalah:
Pada tabel full, peluang mendapatkan nilai kurang dari 57 adalah 0,6406
P(41 < X < 57) = P(X < 57) − P(X < 41) = 0,6406 − 0,2611 = 0,3795
n(41 < X < 57) = 0,3795 × 20000 = 7590
Jadi, terdapat 7590 peserta dengan nilai diantara 41 dan 57.

6. Hubungan Distribusi Normal dengan Binomial
Distribusi binomial dapat didekati oleh distribusi normal jika memenuhi dua syarat :
A. n cukup besar (n > 30)
B. Peluang kejadian yaitu 饾憙(饾憢) tidak terlalu dekat ke nol atau satu.
Hubungan dari distribusi normal dengan distribusi binomial adalah:
Jika X adalah distribusi binomial dengan rata-rata 饾渿 = 饾憶饾憹 dan variansi 饾湈² = 饾憶饾憹(1 − 饾憹) untuk 饾憹 adalah peluang kejadian sukses, maka dengan mengambil limit dari
maka Z terdistribusi normal baku.
Rumus transformasi untuk mendapatkan distribusi normal baku dari distribusi binomial adalah:
Karena ada perubahan dari variabel diskrit ke kontinu, maka nilai 饾憢 mengalami penyesuaian, yaitu 饾憢 ± 0,5
contoh:
Dalam suatu ujian terdapat 40 soal dengan soal ujian berbentuk pilihan ganda dengan 5 alternatif pilihan, seseorang menjawab dengan hanya menebak saja. Peluang orang tersebut menjawab benar antara 5 sampai 10 soal ditentukan dengan menggunakan distribusi normal baku yang merupakan hasil transformasi dari distribusi binomial adalah...
Kejadian pada masalah di atas adalah kejadian pada binomial, karena hanya terdapat dua kemungkinan, yaitu sukses atau tidak sukses dari hasil menebak. Akan tetapi, banyak soal relatif lebih banyak, yaitu 饾憶 = 40 sehingga 饾憙(5 ≤ 饾憢 ≤ 10) ditentukan dengan distribusi normal baku.
Peluang menjawab benar, yaitu 饾憹 = 1/5 (terdapat 1 jawaban benar dari 5 alternatif pilihan), sehingga
饾渿 = 饾憶饾憹 = 40 × 1/5 = 8
饾湈² = 饾憶饾憹(1 − 饾憹) = 10 × (1 − 1/5) = 6,4
Bilangan baku untuk X = 5 adalah:
Bilangan baku untuk X = 10 adalah:
Silahkan lihat kembali tabel Z yang full, akan didapati:
P(5 ≤ 饾憢 ≤ 10) ≈ 0,667562393
Jadi, peluang menjawab benar antara 5 sampai 10 soal adalah 0,667562393.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Uji Linearitas dan Keberartian Regresi

Limit dan Kekontinuan Fungsi Dua Variabel

Sistem Persamaan Diferensial Linier Homogen Berkoefisien Konstan