Distribusi Proporsi dan Selisihnya (Sampling)

1. Distribusi Proporsi
Misalkan populasi berukuran N yang didalamnya terdapat peristiwa A sebanyak Y diantara N. Parameter proporsi peristiwa A adalah:
๐œ‹ = Y/N
Dari populasi diambil sampel acak berukuran n dan didalamnya terdapat peristiwa A sebanyak X. Sampel memberikan statistik proporsi peristiwa A sebanyak:
๐ด = X/n (proporsi sukses)
Jika semua sampel yang diambil dari populasi dihitung harga statistik proporsinya, maka dari semua nilai statistik proporsi dapat diperoleh nilai rerata proporsi ๐œ‡๐‘‹/๐‘› dan simpangan baku proporsi ๐œŽ๐‘‹/๐‘›.
Jika sampel berukuran n diambil dari populasi berukuran N yang memenuhi distribusi proporsi, maka reratanya adalah:
sedangkan varians untuk ๐‘› > 5%๐‘ (ukuran ๐‘ kecil) adalah:
sedangkan varians untuk ๐‘› ≤ 5%๐‘ (ukuran ๐‘ besar) adalah:
Jika n cukup besar, maka distribusi proporsi ๐‘ฅ/๐‘› mendekati distribusi normal, dengan aturan normal baku:
contoh:
Terdapat petunjuk kuat bahwa 15% termasuk kedalam golongan I. Sebuah sampel acak terdiri dari 125 orang telah diambil. Tentukan peluang bahwa dari 125 orang tersebut akan terdapat paling sedikit 20 orang termasuk golongan I!
Diketahui n = 100 orang dengan ๐œ‹ = 15% termasuk A, sehingga 1 − ๐œ‹ = 85% bukan termasuk A.
Akan ditentukan P(X ≥ 20):
Jadi, peluang dari 125 orang terdapat paling sedikit 20 orang termasuk golongan I adalah 0,377098.

2. Distribusi Selisih Proporsi
Misalkan terdapat dua populasi berukuran ๐‘1 dan ๐‘2. Didalam kedua populasi terdapat suatu peristiwa A dengan proporsi ๐œ‹1 untuk populasi ke-1 dan ๐œ‹2 untuk populasi ke-2. Dari kedua populasi diambil sampel acak masing-masing berukuran ๐‘›1 dan ๐‘›2 yang didalamnya terdapat terdapat peristiwa A sebanyak X untuk sampel ke-1 dan sebanyak Y untuk sampel ke-2. Sehingga untuk persitiwa A, dikumpulkan proporsi ๐‘‹๐‘–/๐‘›1 untuk sampel ke-1 dan proporsi ๐‘Œ๐‘—/๐‘›2 untuk sampel ke-2 dengan ๐‘– = 1,2,3, … , ๐‘˜ dan ๐‘— = 1,2,3, … , ๐‘Ÿ. Nilai rerata untuk selisih proporsi adalah:
simpangan baku untuk selisih proporsi adalah:
Jika ๐‘›1 dan ๐‘›2 cukup besar, maka distribusi selisih proporsi akan mendekati distribusi normal yang akan dibakukan dengan tranformasi:
contoh:
Terdapat petunjuk kuat bahwa calon A akan mendapat suara 50% dalam pemilihan suara. Dua buah sampel acak dipilih dan diambil dari dua populasi masing-masing sebanyak 300 orang dan 250 orang. Tentukan peluang bahwa akan terjadi perbedaan persentase tidak lebih dari 10% yang akan memilih A!
Diketahui ๐œ‹1 = ๐œ‹2 = 50% memilih A
 X banyak yang memilih A dari sampel 1 dengan ๐‘›1 = 300
 Y banyak yang memilih A dari sampel 2 dengan ๐‘›2 = 250
Akan ditentukan peluang bahwa akan terjadi perbedaan persentase tidak lebih dari 10% yang akan memilih A, sebelumnya ditentukan terlebih dahulu nilai z:
sehingga dapat ditentukan nilai peluangnya:
Peluang bahwa akan terjadi perbedaan persentasi tidak lebih dari 10% yang akan memilih A adalah 0,980483.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Uji Linearitas dan Keberartian Regresi

Limit dan Kekontinuan Fungsi Dua Variabel

Transformasi Linear Satu-Satu, Sifat Linear, Matriks Standar