Distribusi Rerata, Selisih Rerata, Simpangan Baku (Sampling)
1. Distribusi Rerata
Misalkan 饾憮(饾懃) adalah distribusi dari populasi yang diketahui, dari populasi tersebut diambil sampel random berukuran 饾憶. Akan diketahui distribusi probablititas dari rerata statistik.
Jika 饾憢1, 饾憢2, … , 饾憢n adalah variabel random suatu populasi berukuran 饾憶 dengan rerata 饾渿 dan varians 饾湈², maka:
• 饾渿饾懃 = 饾渿
• 饾湈饾懃² untuk populasinya tak berhingga atau sampel diambil dengan pengembalian adalah:
Perhatikan bahwa rerata dari sampel membentuk distribusi peluang, sehingga berlaku dalil limit pusat:
"Sebuah populasi memiliki rata-rata 饾渿 dan varians 饾湈². Jika sampel-sampel berukuran 饾憶 diambil dari populasi tersebut, maka rerata sampel 饾憢 berdistribusi normal dengan rerata 饾渿饾懃 = 饾渿 dan variansi 饾湈饾懃² = 饾湈²/n."
Distribusi normal yang didapat dari distribusi rerata perlu distandarkan sehingga daftar distribusi normal baku dapat digunakan, yaitu dengan transformasi variabel standar rerata 饾憢, yaitu:
dengan 饾憶 ukuran sampel yang diambil dari populasi sebarang dengan rerata 饾渿 dan variansi 饾湈².
contoh:
Suatu perusahaan memproduksi bola lampu yang umurnya berdistribusi hampir normal dengan rerata 500 jam dan deviasi baku 20 jam. Tentukan peluang bahwa sampel acak dengan 25 bola lampu akan memiliki rerata umur kurang dari 465 jam!
Jika ukuran populasi tidak diketahui, maka diasumsikan cukup besar sehingga dapat menggunakan dalil limit pusat.
Diketahui 饾渿 = 500 dan 饾湈 = 20, sehingga 饾湈² = 400.
Diambil sampel berukuran 25, 饾渿饾懃 = 饾渿 = 500, dan 饾湈饾懃² = 饾湈²/n = 400/25 = 16.
P(X < 465) adalah:
2. Distribusi Selisih Rerata
Terdapat dua populasi berukuran N1 dan N2 masing-masing dengan 饾渿1 dan 饾渿2 serta 饾湈1 dan 饾湈2. Diambil sampel acak dari kedua populasi masing-masing berukuran 饾憶1 dan 饾憶2 (boleh sama atau beda) yang selanjutnya dihitung nilai rata-rata dan simpangan bakunya:
饾渿x - y = 饾渿1 − 饾渿2 dan
Jika ukuran ukuran sampel semakin besar, maka selisih rata-rata 饾憢 − 饾憣 akan mendekati distribusi normal yang selanjutnya menjadi normal baku dengan transformasi:
contoh:
Rata-rata tinggi Mahasiswa laki-laki adalah 163 cm dengan simpangan baku 5,2 cm dan rata-rata tinggi perempuan adalah 152 cm dengan simpangan baku 4,9. Dari kedua populasi diambil sampel acak sebanyak 150 orang Mahasiswa laki-laki dan 140 Mahasiswa perempuan. Tentukan peluang bahwa dari sampel yang diambil tersebut rata-rata tinggi Mahasiswa laki-laki paling sedikit 10 cm lebihnya dari rata-rata tinggi Mahasiwa perempuan!
Diketahui 饾渿1 = 163 dan 饾湈1 = 5,2; 饾渿2 = 152 dan 饾湈2 = 4,9; 饾憶1 = 150; 饾憶2 = 140.
Akan ditentukan P(饾憢 ≥ 10 + 饾憣) = P(饾憢 − 饾憣 ≥ 10):
Jadi, peluang bahwa rata-rata tinggi mahasiswa laki-laki paling sedikit 10 cm lebihnya dari dari perempuan adalah 0,9541.
3. Distribusi Simpangan Baku
Misalkan terdapat populasi berukuran 饾憗 dengan rerata 饾渿 dan simpangan baku 饾湈. Diambil sampel – sampel acak berukuran 饾憶, kemudian dari setiap sampel dihitung nilai simpangan bakunya yaitu 饾憼. Berdasarkan populasi simpangan bakunya, dapat ditentukan nilai rerata dari populasi simpangan baku yaitu 饾渿s dan variansi dari populasi simpangan baku yaitu 饾湈s².
Jika populasi berdistribusi normal, maka distribusi simpangan baku untuk 饾憶 yang besar akan mendekati distribusi normal dengan:
饾渿s = 饾湈 dan
Komentar
Posting Komentar