Uji Proporsi dan Uji Varians
A. Uji Proporsi
1. Uji Dua PihakMisalkan terdapat populasi berdistribusi binomial dengan proporsi persitiwa A sama dengan ๐ . Sebuah sampel acak diambil dari populasi dan akan diuji dua pihak.
Hipotesis
๐ป0: ๐ = ๐0
๐ป1:๐ ≠ ๐0
Statistik Uji Pendekatan Distribusi Normal
• Pihak Kanan
Hipotesis
๐ป0: ๐ ≤ ๐0
๐ป1:๐ > ๐0
Statistik Uji Pendekatan Distribusi Normal
dengan nilai kritis z dari tabel normal baku.
• Pihak Kiri
contoh:
Seorang pejabat mengatakan bahwa paling banyak 54% anggota masyarakat merupakan pemilihnya dalam Pemilu. Sebuah sampel acak telah diambil yang terdiri dari 9.775 orang yang didalamnya terdapat 5.425 orang adalah orang yang memilih pejabat tersebut. Jika diambil taraf signifikansi 5%, bagaimanakah kesimpulan terhadap pernyataan pejabat tersebut?
Diketahui ๐0 = 54%; ๐ = 9.775 dan ๐ฅ = 5.425
1. Hipotesis
๐ป0: ๐ ≤ 0,54
๐ป1:๐ > 0,54
2. Taraf Signifikansi
๐ผ = 0,05
3. Statistik Uji
6. Kesimpulan
Proporsi anggota masyarakat yang memilih pejabat tersebut sudah melampaui 54%, sehingga pernyataan pejabat tersebut tidak benar.
B. Uji Dua Proporsi
1. Uji Dua Pihak
Misalkan terdapat dua populasi binomial yang didalamnya terdapat proporsi peristiwa A sebesar ๐1 dan ๐2. Dari setiap populasi diambil sebuah sampel acak berukuran masing-masing ๐1 dan ๐2 yang didalamnya terdapat proporsi peristiwa A masing-masing sebesar ๐ฅ1/๐1 dan ๐ฅ2/๐2. Akan diuji hipotesis sebagai berikut:
Hipotesis
๐ป0: ๐1 = ๐2
๐ป1: ๐1 ≠ ๐2
Statistik Uji
• Pihak Kanan
dengan nilai kritis z dari tabel normal baku.
• Pihak Kiri
Pemilik Bimbingan Tes A dan pemilik Bimbingan Tes B mengklaim bahwa bimbingan tes yang dimilikinya paling baik. Seorang peneliti menduga bahwa keduanya sama baiknya. Untuk menguji dugaannya, peneliti tersebut menggunakan data proporsi diterima atau tidaknya peserta bimbingan tes di PTN sebagai indikator kualitas bimbinga tes. Secara random, dari Bimbingan A diambil 150 orang peserta dan 100 orang diantaranya diterima di PTN. Dari Bimbingan B diambil 200 orang peserta dan 130 orang diantaranya diterima di PTN. Dengan ๐ผ = 5% bagaimanakah kesimpulan peneliti?
Misalkan
๐1 proporsi peserta Bimbingan A diterima PTN
๐2 proporsi peserta Bimbingan B diterima PTN
1. Hipotesis
Hipotesis
๐ป0: ๐1 = ๐2
๐ป1: ๐1 ≠ ๐2
2. Taraf Signifikansi
๐ผ = 5% = 0,05
3.Statistik Uji
6. Kesimpulan
Kualitas bimbingan tes A dan bimbingan tes B sama baiknya.
C. Uji Variansi
1. Uji Dua Pihak
Ketika menguji rata-rata ๐ untuk populasi normal, nilai simpangan baku ๐ dapat diketahui berdasarkan pengalaman, sehingga untuk menentukan besarnya diadakan pengujian. Misalkan terdapat populasi berdistribusi normal dengan varians ๐² dan diambil sebuah sampel acak berukuran n.
Hipotesis
๐ป0: ๐² = ๐0²
๐ป1: ๐² ≠ ๐0²
Statistik Uji
2. Uji Satu Pihak
• Pihak Kanan
dengan nilai kritis ๐² dari tabel chi kuadrat dengan dk = ๐ − 1.
• Pihak Kanan
dengan nilai kritis ๐² dari tabel chi kuadrat dengan dk = ๐ − 1.
contoh:
Sebuah perusahan mengatakan bahwa sebelum diadakan perubahan dalam proses produksi, deviasi bakunya adalah 25 gr. Setelah diadakan perubahan dalam proses produksi, pengusaha ingin melihat apakah deviasi bakunya lebih baik dari sebelumnya. Untuk itu dilakukan penelitian dengan mengambil sampel berukuran 12 sehingga diperoleh deviasi baku 32 gr. Jika diambil ๐ผ = 1% , bagaimanakah kesimpulan penelitian tersebut?
Diketahui ๐0 = 25; ๐ = 12; ๐ = 32
1. Hipotesis
๐ป0: ๐ ≤ 25
๐ป1: ๐ > 25
2. Taraf Signifikansi
ฮฑ = 0,05
3. Statistik Uji
4. Daerah Kritis
Titik kritis = nilai ๐² dari tabel dengan ฮฑ = 0,05 dan dk = 12 − 1, yaitu 19,675138.
Titik kritis = nilai ๐² dari tabel dengan ฮฑ = 0,05 dan dk = 12 − 1, yaitu 19,675138.
DK = {๐² | ๐² > 19,675138}
5. Keputusan
๐ป0 diterima karena ๐² < 19,675138
6. Kesimpulan
Dugaan peneliti tidak benar karena deviasi baku setelah ada perubahan proses produksi tidak lebih dari 25 gr.
D. Uji Dua Variansi
1. Uji Dua Pihak
Ketika menaksir selisih rata-rata dan menguji kesamaan dua rata-rata diharuskan adanya asumsi kesamaan variansi sehingga pengujian dapat berlangsung. Populasi dengan varians yang sama disebut populasi dengan varians yang homogen. Misalkan terdapat dua populasi berdistribusi normal dengan varians ๐1² dan ๐2². Jika diambil sampel acak dari kedua populasi berukuran ๐1 dengan ๐ 1² dan berukuran ๐2 dengan ๐ 2².
Hipotesis
๐ป0: ๐1² = ๐2²
๐ป1: ๐1² ≠ ๐2²
Statistik Uji F
Daerah Kritis
dengan nilai kritis F dari tabel F dengan dk untuk pembilang dan penyebut.
2. Uji Satu Pihak
dengan nilai kritis F dari tabel F dengan dk untuk pembilang dan penyebut.
2. Uji Satu Pihak
• Pihak Kanan
dengan nilai kritis F dari tabel F dengan dk untuk pembilang dan penyebut.
• Pihak Kiri
contoh:
Untuk melihat apakah distribusi nilai matematika siswa laki-laki lebih menyebar dibandingkan nilai matematika siswa perempuan, dilakukan penelitian dengan mengambil sampel random 21 siswa laki-laki dan 19 siswa perempuan. Ternyata deviasi baku siswa laki-laki 4 dan siswa perempuan 3. Bagaimanakah kesimpulan penelitian jika ๐ผ = 5%?
Misalkan
๐1 : Deviasi baku siswa laki-laki dengan ๐ 1 = 4
๐2 : Deviasi baku siswa perempuan dengan ๐ 2 = 3
1. Hipotesis
๐ป0: ๐1² ≤ ๐2²
๐ป1: ๐1² > ๐2²
2. Taraf Signifikansi
ฮฑ = 0,05
3. Statistik Uji
Komentar
Posting Komentar