Field, Divisi, dan Daerah Integral (Teoring)

1. Field / Lapangan
A. Definisi
Sebuah himpunan tak kosong F yang dilengkapi dengan dua operasi biner, penjumlahan (+) dan perkalian (⋅), disebut field atau lapangan jika:
• (F, +) membentuk grup Abel
• (F\{0}, ⋅) membentuk grup Abel
• Perkalian di F bersifat distributif terhadap penjumlahan
Oleh karena itu jika diketahui (F, +, ⋅) merupakan ring, untuk mengecek bahwa F merupakan field, cukup dengan memeriksa:
• F memiliki elemen satuan, dengan 1 ≠ 0
• Setiap elemen taknol di F memiliki invers perkalian
• Operasi perkalian di F bersifat komutatif
B. Contoh
1. Contoh paling trivial untuk field adalah {0, 1}, dimana sangat jelas bahwa ({0, 1}, +) dan ({1}, ⋅) keduanya membentuk grup Abel.
2. (ℂ, +, ⋅), (ℝ, +, ⋅), dan (ℚ, +, ⋅) ketiganya merupakan field, sedangkan (ℤ, +, ⋅) bukan field.
3. Misal M₂ adalah himpunan matriks berukuran 2 × 2, kita peroleh bahwa (M₂, +, ⋅) bukan field, karena operasi perkalian di M₂ tidak komutatif.

2. Division Ring / Ring Pembagian
A. Definisi
Sebuah himpunan tak kosong R yang dilengkapi dengan dua operasi biner, penjumlahan (+) dan perkalian (⋅), disebut division ring atau ring pembagian jika:
• (R, +) membentuk grup Abel
• (R\{0}, ⋅) membentuk grup non-Abel
• Perkalian di F bersifat distributif terhadap penjumlahan
Perhatikan bahwa perbedaan division ring dengan field hanyalah bahwa perkalian di division ring tidak komutatif dan perkalian di field bersifat komutatif.
B. Contoh
Misal R himpunan semua matriks berbentuk:
dengan a, b ∈ ℂ; a̅ dan b̅ masing-masing konjugat kompleks dari a dan b.
Minfor mempersilahkan Sixtyfourians untuk membuktikan sendiri bahwa himpunan R dilengkapi operasi penjumlahan dan perkalian matriks membentuk ring, sedangkan Minfor akan mencoba membuktikan syarat tambahan untuk division ring sebagai berikut:
(i) Eksistensi elemen satuan
Pilih
Ambil sebarang
sehingga
Jadi, I merupakan elemen satuan.
(ii) Eksistensi invers perkalian untuk elemen taknol
Ambil sebarang
dengan a ≠ 0 ∨ b ≠ 0, pilih
sehingga
Jadi, B invers dari A. Dengan ini terdapat invers perkalian.
(iii) Tidak komutatif
Pilih
Perhatikan
Jadi, AB ≠ BA. Dengan ini R bukan ring komutatif.
Secara keseluruhan, ring R memiliki elemen satuan, memiliki invers perkalian untuk setiap elemen taknol, dan tidak komutatif, sehingga merupakan division ring.

3. Pembagi Nol dan Daerah Integral
A. Pembagi Nol
Misal R suatu ring. Elemen a ∈ R\{0} disebut sebagai pembagi nol jika (∃b ∈ R\{0}) ∋ ab = 0.
Contoh:
Perhatikan bahwa (ℤ₁₂, +, ×) merupakan ring. Elemen 3 merupakan pembagi nol karena 3 ≠ 0 dan terdapat 4 sehingga 3 × 4 = 0.
B. Daerah Integral
Daerah integral (integral domain) adalah ring komutatif yang tidak memiliki pembagi nol.
Contoh:
Sistem-sistem (ℂ, +, ⋅), (ℝ, +, ⋅), (ℚ, +, ⋅), dan (ℤ, +, ⋅) masing-masing merupakan daerah integral.
C. Sifat Kanselasi untuk Daerah Integral
Ring komutatif D adalah daerah integral jika dan hanya jika untuk a, b, c ∈ D dengan a ≠ 0, relasi ab = ac mengakibatkan b = c.
Bukti:
(i) Jika D adalah daerah integral maka (∀a, b, c ∈ D; a ≠ 0). ab = ac ⇒ b = c.
Diberikan D adalah daerah integral, berarti D tidak memiliki pembagi nol.
Ambil sebarang ∀a, b, c ∈ D dengan a ≠ 0.
ab = ac, tambahkan masing-masing ruas dengan –ac
ab – ac = 0, karena distributif dapat difaktorkan
a(b – c) = 0, karena a ≠ 0 dan D tidak memiliki pembagi nol, diperoleh
b – c = 0, tambahkan masing-masing ruas dengan c
b = c.
(ii) Jika (∀a, b, c ∈ D; a ≠ 0). ab = ac ⇒ b = c, maka D adalah daerah integral.
Kontraposisi: Jika D bukan daerah integral, maka (∃a, b, c ∈ D; a ≠ 0). ab = ac ∧ b ≠ c
D bukan daerah integral, berarti memiliki pembagi nol.
Oleh karena itu kita dapat memilih b dan c dengan b ≠ c, tetapi ab = ac = 0.
Jadi, jika D bukan daerah integral maka (∃a, b, c ∈ D; a ≠ 0). ab = ac ∧ b ≠ c. Kontraposisinya adalah jika (∀a, b, c ∈ D; a ≠ 0). ab = ac ⇒ b = c, maka D adalah daerah integral.
D. Hubungan Field dengan Daerah Integral
Field adalah daerah integral.
Bentuk yang lebih operasional untuk teorema ini adalah "Jika F merupakan field, maka F daerah integral".
Bukti:
Misal F merupakan field, berarti (∀f ∈ F). f ≠ 0 ⇒ (∃f⁻¹ ∈ F) ∋ ff⁻¹ = 1.
Cara I: Kontraposisi
Ambil sebarang a, f ∈ F dengan f ≠ 0, berarti (∃f⁻¹ ∈ F) ∋ ff⁻¹ = 1.
Misal fa = 0, kalikan masing-masing ruas dengan f⁻¹
f⁻¹fa = f⁻¹0
1a = 0
a = 0
∴ (∀f ∈ F; f ≠ 0)(∀a ∈ F). fa = 0 ⇒ a = 0, kontraposisinya adalah
∴ (∀f ∈ F; f ≠ 0)(∀a ∈ F). a ≠ 0 ⇒ fa ≠ 0.
Jadi, F tidak memiliki pembagi nol, sehingga F merupakan daerah integral.
Cara II: Kontradiksi
Misal F merupakan field, berarti (∀f ∈ F). f ≠ 0 ⇒ (∃f⁻¹ ∈ F) ∋ ff⁻¹ = 1.
Ambil sebarang a, b ∈ F dengan a ≠ 0 ∧ b ≠ 0.
Andaikan ab = 0, kalikan masing-masing ruas dengan b⁻¹a⁻¹
b⁻¹a⁻¹ab = 0
b⁻¹(1)b = 0
b⁻¹b = 0
1 = 0, kontradiksi dengan definisi elemen satuan.
Oleh karena itu pengandaian harus diingkar, sehingga yang benar adalah ab ≠ 0. Dengan kata lain, F tidak memiliki pembagi nol sehingga F merupakan daerah integral.
E. Daerah Integral Berhingga
Daerah integral dengan banyak anggota hingga merupakan field.
Bukti:
Diberikan R daerah integral, berarti R komutatif dan tidak memiliki pembagi nol.
Untuk membuktikan R merupakan lapangan / field, cukup dibuktikan R memiliki elemen satuan dan invers perkalian.
Ambil sebarang a ∈ R\{0}, perhatikan perpangkatan dari a
{a, a², a³, …}
Dikarenakan perkalian bersifat tertutup dan banyak anggota R berhingga,
(∃m, n ∈ ℕ) ∋ n > m ∧ aⁿ = aᵐ
Perhatikan
aⁿ = aᵐ, kurangi masing-masing ruas dengan aᵐ
aⁿ – aᵐ = 0, karena a ≠ 0, berlaku juga aᵐ ≠ 0, sehingga a⁻ᵐ ada, kalikan ke masing-masing ruas
aⁿ⁻ᵐ – 1 = 0
aⁿ⁻ᵐ = 1
Jadi, 1 ∈ {a, a², a³, …} ⊆ R\{0} ⊂ R.
Selain itu, perhatikan
a⋅aⁿ⁻ᵐ⁻¹ = 1, berarti aⁿ⁻ᵐ⁻¹ merupakan invers a terhadap perkalian.
Jadi, operasi perkaliannya memiliki elemen identitas dan invers sehingga R merupakan field.
Akibat: Ring dengan banyak anggota berhingga merupakan field jika dan hanya jika daerah integral.

4. Kelipatan dan Faktor
A. Definisi Kelipatan dan Faktor
Misal R ring komutatif, dan diberikan a, b ∈ R dengan b ≠ 0. Dikatakan b faktor a atau b membagi a (semakna dengan a kelipatan b), jika (∃k ∈ R) ∋ a = bk.
b membagi a disimbolkan dengan b | a, sedangkan b tidak membagi a disimbolkan dengan b ∤ a.
Sebagai contoh:
Di dalam (ℤ, +, ⋅) berlaku 2 | 6 dan 5 ∤ 12.
B. Sifat Kombinasi Linear
Misal R ring komutatif dan a, b, c ∈ R. Jika a ≠ 0, a | b, dan a | c; maka (∀m, n ∈ R). a | bm + cn
Bukti:
a | b, berarti (∃k ∈ R) ∋ b = ak
a | c, berarti (∃l ∈ R) ∋ c = al
Ambil sebarang m, n ∈ R; perhatikan
bm + cn = akm + aln = a(km + ln)
Karena k, l, m, n ∈ R; berakibat km + ln ∈ R.
Jadi, a | bm + cn.
C. Sifat Transitif
Misal R ring komutatif dan a, b, c ∈ R. Jika a ≠ 0, a | b, dan b | c; maka a | c
Bukti:
a | b, berarti (∃k ∈ R) ∋ b = ak
b | c, berarti (∃l ∈ R) ∋ c = bl
c = bl = (ak)l = a(kl)
Jadi, a | c.
D. Definisi Kesekawanan
Misal R ring komutatif dan a, b ∈ R\{0}. Kedua elemen a dan b dikatakan sekawan jika a | b dan b | a.
Sebagai contoh, di dalam ring (ℤ, +, ⋅) berlaku (∀a ∈ ℤ\{0}). a | (−a) ∧ (−a) | a.
E. Kesekawanan di Daerah Integral
Misal R daerah integral dan a, b ∈ R\{0}. Kedua elemen a dan b sekawan jika dan hanya jika (∃u ∈ R) ∋ a = ub, dengan u elemen invertibel.
Bukti:
(i) Jika a dan b sekawan maka (∃u ∈ R) ∋ a = ub dengan u invertibel.
a | b, berarti (∃k ∈ R) ∋ b = ak
b | a, berarti (∃l ∈ R) ∋ a = bl
Perhatikan a = bl = (ak)l = a(kl); kalikan ruas paling kiri dan paling kanan dengan a⁻¹
a⁻¹a = a⁻¹a(kl)
1 = (a⁻¹a)(kl) = 1(kl) = kl
Ini berarti k dan l invertibel, sehingga ∃l ∈ R ∋ a = lb
(ii) Jika (∃u ∈ R) ∋ a = ub dengan u invertibel maka a dan b sekawan
(∃u ∈ R) ∋ a = ub, berarti b | a
kalikan masing-masing ruas dengan u⁻¹
u⁻¹a = u⁻¹(ub) = (u⁻¹u)b = 1·b = b, ini berarti a | b.
Jadi, a | b ∧ b | a, yang berarti a dan b sekawan.

Contoh Soal
Buktikan ℤₚ, p bilangan prima terhadap operasi penjumlahan modulo p dan operasi perkalian modulo p merupakan field.
Bukti:
Diberikan ring (ℤₚ, +, ×).
Karena p bilangan prima, faktor-faktor dari p hanyalah 1 dan p. Ini berarti agar p | ab diharuskan p | a ∨ p | b, kontraposisinya adalah
p ∤ a ∧ p ∤ b ⇒ p ∤ ab
Ini berarti ℤₚ tidak memiliki pembagi nol sehingga merupakan daerah integral, dan dikarenakan berhingga, maka merupakan field.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Uji Linearitas dan Keberartian Regresi

Berkas dan Jaringan Bola

2025: ONMIPA (Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam)