Permasalahan Jalur Rusak dalam Transportasi

Halo Sixtyfourians!. Dalam Riset Operasi (Operations Research), khususnya pada Model Transportasi, tujuan utama kita biasanya adalah mencari biaya termurah untuk mengirim barang dari beberapa sumber (pabrik) ke beberapa tujuan (gudang).
Tapi, bagaimana jika di dunia nyata terjadi kendala tak terduga? Misalnya, ada jembatan yang putus, jalanan terkena longsor, atau ada regulasi pemerintah yang melarang truk lewat rute tertentu.
Dalam teori transportasi, kondisi ini disebut Masalah Jalur Rusak Total. Jika kita bertemu soal seperti ini, kita tidak bisa mengerjakannya dengan cara biasa. Yuk, kita bedah cara menyelesaikannya!

Apa itu Masalah Jalur Rusak Total?
Berdasarkan definisi kejadian khusus, masalah jalur rusak total terjadi ketika sebuah rute transportasi dari sumber tertentu ke tujuan tertentu sama sekali tidak dapat dilewati. Ciri-ciri utamanya adalah:
• Barang tidak boleh dikirim lewat jalur tersebut (Alokasi = 0).
• Jalur tersebut dianggap "tertutup" dalam perhitungan.
• Jika dibiarkan tanpa perlakuan khusus, metode perhitungan (seperti NWC, VAM, atau Stepping Stone) bisa macet atau menghasilkan solusi yang tidak valid.

Solusi: Menggunakan Teknik "Big M"
Jangan panik! Solusinya sebenarnya sangat sederhana secara matematis. Kuncinya ada pada manipulasi biaya (cost). Ingat prinsip dasar metode transportasi?, "Algoritma akan selalu mencari biaya terendah/termurah.". Maka, untuk memaksa algoritma agar TIDAK memilih jalur yang rusak tersebut, kita harus membuat jalur itu menjadi jalur yang "paling mahal". Langkah-langkah Penyelesaian:
1. Identifikasi Jalur: Tentukan kotak mana dalam tabel transportasi yang mewakili jalur rusak (Misal: dari Pabrik A ke Kota 2).
2. Ganti Biaya (C): Gantilah biaya per unit (C) pada kotak tersebut dengan huruf M.
3. Apa itu M?, M adalah bilangan positif yang sangat besar (dianggap menuju tak terhingga).
4. Lakukan Perhitungan: Lanjutkan pengerjaan menggunakan metode transportasi biasa (North West Corner, Least Cost, atau VAM).

Contoh Soal
Diberikan masalah transportasi dari 4 origin ke 3 destination, supply, demand, dan cost dalam kondisi normal sebagai berikut:
Suatu hari terjadi masalah sehingga O2 terhalangi untuk mengirim barang ke D1. Tentukan pengalokasian dengan ongkos termurah tanpa mengirim barang dari O2 ke D1.
Karena O2 terhalangi untuk mengirim barang ke D1, ganti ongkosnya dengan M, yang mana M merupakan bilangan positif yang sangat besar, sehingga algoritma akan menghindari mengisinya.
Selanjutnya isikan alokasi, diperoleh PBFA berikut:
Lakukan uji keoptimalan dan revisi, pada akhirnya diperoleh tabel akhir berikut:
Ongkos termurah untuk kasus ini adalah:
f min = 1·20 + 3·20 + 7·15 + 4·10 + 6·15 + 4·10 = 355
Jadi, ongkos termurah untuk kasus ini adalah 355.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Uji Linearitas dan Keberartian Regresi

2025: ONMIPA (Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam)

Berkas dan Jaringan Bola