Transportasi (Prolin) : Muqodimah

Pernahkah Sixtyfourians membayangkan menjadi manajer logistik di sebuah perusahaan besar? Dimana ada 3 pabrik di kota berbeda, dan harus mengirim barang ke 5 gudang distributor.
Masalahnya: Bagaimana cara mengirim barang-barang tersebut agar biayanya semurah mungkin?
Di dunia Riset Operasi (Operations Research), masalah ini diselesaikan dengan Metode Transportasi. Yok, kita bedah konsep dasarnya!

1. Apa Itu Metode Transportasi?
Secara sederhana, Metode Transportasi adalah teknik untuk mengatur distribusi barang dari beberapa sumber (pabrik/supply) ke beberapa tujuan (pasar/demand) dengan tujuan utama meminimalkan total biaya angkut.
Bayangkan Sixtyfourians harus memindahkan beras, semen, atau minyak. Setiap rute punya ongkos berbeda. Metode ini membantu kita memilih rute mana yang harus dipakai dan berapa banyak barang yang harus dikirim lewat rute tersebut.

2. Komponen-Komponen Utama
Sebelum masuk ke hitung-hitungan, kita harus tahu dulu "pemain-pemain" dalam masalah ini:
• Asal / Origin (m): Tempat asal barang (Pabrik, Depot). Ini punya kapasitas suplai (aᵢ).
• Tujuan / Destination (n): Tempat barang dikirim (Pasar, Agen). Ini punya jumlah permintaan (bⱼ).
• Ongkos / Cost (Cᵢⱼ): Ongkos kirim per satu unit barang dari sumber ke tujuan.
• Variabel (Xᵢⱼ): Berapa banyak barang yang mau kita kirim? Ini yang kita cari!
Catatan Penting: Masalah transportasi disebut Setimbang (Balanced) jika Total Suplai = Total Permintaan.

3. Model Matematika
Inti dari metode ini sebenarnya bisa ditulis dalam rumus matematika sederhana. Tujuannya cuma satu: Hemat Biaya!
Fungsi Tujuan: Meminimumkan f = ΣΣ(Cᵢⱼ·Xᵢⱼ)
Dengan kendala:
• Barang yang keluar dari pabrik tidak boleh melebihi stok.
• Barang yang sampai ke tujuan harus sesuai permintaan.
• Jumlah barang tidak boleh minus (X ≥ 0).

4. Langkah Penyelesaian (Algoritma)
Bagaimana cara menyelesaikannya? Berdasarkan teori, ada alur kerja yang harus diikuti:
A. Buat Tabel Transportasi
Data suplai, permintaan, dan biaya angkut disusun rapi dalam sebuah matriks atau tabel.
B. Tentukan Solusi Awal (PBFA)
Kita harus mengisi tabel tersebut dengan alokasi barang. Tidak perlu langsung yang termurah, yang penting suplainya habis dan permintaannya terpenuhi. Ada 3 metode populer untuk langkah ini:
• Northwest Corner (Sudut Barat Laut): Isi mulai dari pojok kiri atas. Paling mudah, tapi biasanya biayanya masih mahal.
• Least Cost (Biaya Terkecil): Prioritaskan isi kotak yang ongkos kirimnya paling murah.
• VAM (Vogel’s Approximation Method): Menggunakan selisih biaya (penalti). Ini biasanya menghasilkan solusi awal yang paling bagus.
C. Uji Keoptimalan
Apakah biaya tadi sudah paling murah? Kita cek menggunakan:
• Metode Stepping Stone (Batu Loncatan).
• Metode MODI (Modified Distribution).
Jika belum optimal, kita lakukan perbaikan tabel (iterasi) sampai ketemu biaya termurah.

5. Istilah-Istilah
• Feasible Solution (Solusi Layak): Solusi di mana jumlah barang klop (kiri-kanan dan atas-bawah sesuai).
• Degeneracy (Merosot): Kondisi di mana jumlah kotak yang terisi kurang dari syarat minimal (m + n – 1). Kalau ini terjadi, kita butuh teknik khusus (biasanya nambah variabel dummy).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Uji Linearitas dan Keberartian Regresi

2025: ONMIPA (Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam)

Berkas dan Jaringan Bola